Transformasi pertahanan siber nasional melalui dominasi narasi dan penguasaan spektrum elektromagnetik. Sistem pertahanan berbasis AI untuk kedaulatan digital NKRI.
Di medan tempur Ukraina, Rusia menggunakan sistem Tobol dan Pole-21 untuk melacak terminal Starlink musuh. Mereka tidak mencari antena secara fisik, mereka mencari emisi radio yang 'bocor' ke samping. QBN mengadopsi pola ini melalui Passive Emitter Geolocation (PEL).
Kenapa Israel bisa mendominasi narasi di Timur Tengah? Mereka menggunakan Narrative Dominance. Mereka tidak memutus internet rakyatnya, mereka 'meracuni' narasi musuh dengan algoritma. QBN membawa sistem serupa; kita menguasai algoritma platform.
Inggris melalui GCHQ membuktikan bahwa kontrol terbaik ada di Network Layer. Melalui integrasi pada International Gateway, kita memiliki 'Saklar Utama'. Jika konten berbahaya muncul, kita eksekusi sendiri di tingkat infrastruktur.
Kami tidak hanya memberikan software. Kami membangun SCIF (Sensitive Compartmented Information Facility). Ini adalah standar keamanan tertinggi Amerika Serikat untuk melindungi rahasia negara dari penyadapan sinyal asing.
Propaganda musuh di media sosial terjadi secara masif dan terstruktur, memecah belah kedaulatan NKRI melalui perang informasi asimetris.
Penggunaan Starlink dan satelit komersial di wilayah konflik menciptakan blind spot di radar konvensional TNI.
Metode Deep Packet Inspection tradisional terlalu lambat dan tidak efektif menghadapi enkripsi modern dan protokol baru.
Soft-Kill Approach untuk Perang Informasi dan Dominasi Narasi Digital
Menguasai Narrative Domain dengan mengendalikan algoritma media sosial tanpa melakukan blokir manual yang dapat memicu kontra-narasi.
Konten musuh mati suri sebelum viral. Aman dari isu HAM karena tidak ada sensor eksplisit.
Electromagnetic Spectrum Operations untuk Deteksi Terminal Ilegal
Melokalisir koordinat presisi terminal Starlink ilegal di area blank spot konvensional.
Menghilangkan "Kabut Perang". Koordinat musuh terdeteksi tanpa diketahui (Pasif).
Rincian anggaran bersifat rahasia dan memerlukan kredensial akses untuk membukanya.
| Komponen | Spesifikasi | Alokasi |
|---|---|---|
| Sistem NDP | Software AI Engine, Server Cluster, API Licenses | Rp 60.000.000.000 |
| Sistem ISIGS | RF Sensor Array, Drone Platform, SIGINT Payload | Rp 50.000.000.000 |
| Infrastruktur | Data Center Tier-4, War Room SCIF, Power Backup | Rp 45.000.000.000 |
| SDM dan Training | Cyber Range Simulator, Sertifikasi Internasional | Rp 15.000.000.000 |
| TOTAL ANGGARAN | Rp 170.000.000.000 |